Selasa, 04 Mei 2010

Katalog


Fosil (dari bahasa Latin fossus, harfiah "yang telah digali") adalah tetap diawetkan atau jejak hewan, tumbuhan, dan organisme lain dari masa lalu jauh. Totalitas fosil, baik ditemukan dan belum ditemukan, dan penempatan mereka di fossil(fosil yang mengandung) batuan formasi dan sedimen lapisan ( strata ) dikenal sebagai catatan fosil. Penelitian fosil diwaktu geologis , bagaimana mereka dibentuk, dan evolusi hubungan antara taksa ( filogeni ) adalah beberapa fungsi yang paling penting ilmu paleontologi . Spesimen yang diawetkan seperti disebut sebagai "fosil" jika tua dari beberapa usia minimum, yang paling sering tanggal sewenang-wenang dari 10.000 tahun lalu. [1] Oleh karena itu, fosil rentang usia dari yang termuda di awal Holocene Epoch ke tertua dari Archaean Eon beberapa miliar tahun. Pengamatan bahwa fosil tertentu yang terkait dengan batu tertentu strata dipimpin ahli geologi awal untuk mengakui skala waktu geologi di abad ke-19.Pengembangan radiometrik teknik di awal abad 20 memungkinkan ahli geologi untuk menentukan atau "numerik mutlak" umur dari berbagai strata dan dengan demikian termasuk fosil.

Seperti masih ada organisme, fosil bervariasi dalam ukuran dari mikroskopis , seperti sel-sel bakteri tunggal [2] hanya satumikrometer diameter, untuk raksasa, seperti dinosaurus dan banyak pohon meter panjang dan berat banyak ton. Sebuah fosil biasanya hanya melindungi sebagian organisme meninggal, biasanya yang sebagian yang sebagian mineralisasiselama hidup, seperti tulang dan gigi vertebrata , atau chitinous exoskeletons dari invertebrata . Pelestarian jaringan lunak yang langka dalam catatan fosil. Fosil juga dapat terdiri dari tanda yang ditinggalkan organisme sementara itu masih hidup, seperti jejak atau kotoran ( coprolites ) dari reptil . Jenis fosil disebut jejak fosil (atau ichnofossils), sebagai lawan dari fosil tubuh. Akhirnya, kehidupan masa lalu daun beberapa spidol yang tidak dapat dilihat tetapi dapat dideteksi dalam bentukbiokimia sinyal; ini dikenal sebagai chemofossils atau biomarker.





1.Koral (Coral)

Lokasi Penemuan/ Locality: Goa Kidang, Kec. Todanan, Kab. Blora, Jawa Tengah

Kidang Cave, Todanan, Blora, Central Java

Waktu penemuan/ Timing: September 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation: (Belum Diketahui)

Umur/Age: (Belum Diketahui)


2. Ekofak (Ecofak)

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Waktu penemuan/ Timing: September 2009

Keterangan/ Explanation: Pisau penyayat daging hewan buruan

Umur/Age: (Belum diketahui)


3. Kerang (Ostrea hebridica)

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Waktu penemuan/ Timing: September 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation: Cangkang kerang (Bivalvia)

Umur/Age: Miosen, Miocene.


4. Bola Batu (Stone ball)

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Puan, Desa , Kecamatan Sine, Kab. Ngawi, Jawa Timur

Titik koordinat: (Tidak tercatat)

Waktu penemuan/ Timing: Oktober 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation: (Belum diketahui)

Umur/Age: Kurang lebih 700.000 tahun yang lalu


5. Kerang (Ostrea hebridica)

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Waktu penemuan/ Timing: Oktober 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation: Cangkang kerang (Bivalvia)

Umur/Age: Middle Jurrasic


6. Kerang (Ostrea hebridica, Ostrea congesta, Ostrea panda)

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E, masuk dalam endapan Aluvium

Waktu penemuan/ Timing: Oktober 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation: Cangkang kerang (Bivalvia)

Umur/Age: Zaman kuarter, Kala Holosen, kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu






Keluarga Rusa

Cervidae

Lokasi Penemuan/ Locality:

Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Titik koordinat:

7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Waktu penemuan/ Timing:

September 2009

Penemu:

Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation:

Fragmen tanduk/ angga rusa

Antler

Umur/Age:

Plistosen (10.000 – 2 juta tahun yang lalu)

Pleistocene




Keluarga Sapi

Bovidae

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Waktu penemuan/ Timing: September 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation:

Fragmen tulang panjang

Femur/ radius/

Umur/Age:

Plistosen (10.000 – 2 juta tahun yang lalu)

Pleistocene



Keluarga Sapi

Bovidae

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Waktu penemuan/ Timing: September 2009

Penemu: Eko Arifianto

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Keterangan/ Explanation:

Ruas tulang belakang

Vertebrae

Umur/Age:

Plistosen (10.000 – 2 juta tahun yang lalu)

Pleistocene




Keluarga Sapi

Bovidae

Lokasi Penemuan/ Locality: Dukuh Medhang Kawit, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Titik koordinat: 7º5’50’’S 111 º8’29’’E

Waktu penemuan/ Timing: September 2009

Penemu: Eko Arifianto

Keterangan/ Explanation:

Pangkal tulang kaki (depan/belakang)

Radius/ tibia

Umur/Age:

Plistosen (10.000 – 2 juta tahun yang lalu)

Pleistocene









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar